Selasa, 28 Agustus 2018


.
Tahukah Anda, dalam sejarah Indonesia pernah ada dua partai yang menolak nasionalisme? Ya, Partai Komunis Hindia (PKH) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
.
Pada 23 Mei 1920 Indische Sociaal-Democratische Vereniging (ISDV) berubah nama menjadi PKH, selanjutnya PKH menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Perubahan nama itu sekaligus menegaskan prinsip internasionalisme dan menjadikan nasionalisme sebagai musuh utama (Sejarah Nasional Indonesia Buku V, Bab V: Pergerakan Nasional).
.
Begitu juga HTI, Taqi’ al-Din al-Nabani (pendiri Hizbut Tahrir) menyebut bahwa kuatnya opini umum tentang nasionalisme serta gerakan-gerakan politik yang dibangun atas dasar nasionalisme menjadi penghambat tegaknya khilafah (al-Dawlat al-Islamiyyah). Dalam Mithaq al-Ummah, mereka mengatakan umat Islam wajib memerangi nasionalisme, sebab nasionalisme adalah dosa besar.
.
Mengapa mereka menolak dan menjadikan nasionalisme sebagai musuh? Karena kedua partai tersebut bercita-cita mendirikan imperium dunia; mereka ingin menundukkan dunia dalam satu kontrol kekuasaan.
.
Sekarang Anda tahukan, ancaman terhadap Indonesia sebagai bangsa tak hilang bersama lenyapnya PKI?

0 komentar:

Posting Komentar