Selasa, 28 Agustus 2018


.
Dalam pemberitaan tribunnews.com pada 2018/05/17, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhajir Effendy berang mengetahui bomber di Surabaya adalah anak-anak usia sekolah. Ia mengancam akan memberikan sanksi, bahkan menutup sekolah yang mengajarkan radikalisme, melegalkan ekstremisme, dan kekerasan. Apakah ancaman itu bisa efektif? Tidak!
.
Jika benar-benar didapati sekolah atau madrasah mengajarkan radikalisme, melegalkan ekstremisme, dan kekerasan: apa yang bisa dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di daerah? Tak ada! Belum ada dasar hukum untuk memberikan sanksi dan menutup sekolah dan madrasah terkait hal tersebut, pernyataan menteri “akan memberikan sanksi, bahkan menutup” bukan dasar hukum.
.
Sejauh ini hanya ada kewajiban sekolah menggelar upacara bendera sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Selebihnya tak ada! Apa definisi “radikalisme”? Apa cakupan “mengajarkan radikalisme”? Apa maksud “melegalkan ekstremisme di sekolah”? Apa pengertian “melegalkan kekerasan di sekolah"? Bagaimana jika hal tersebut diajarkan guru di luar pengetahuan sekolah? Bagaimana jika hal tersebut diajarakan siswa senior kepada juniornya dalam kegiatan ekstrakulikuler? atau diselipkan penceramah yang diundang sekolah atau madrasarah? Apa saja jensi-jenis sanksinya? Tak ada jawabannya, karena memang belum ada peraturannya.
.
Jika serius bertindak tegas terhadap sekolah dan madrasah yang menjadi sasaran pengajaran radiskalisme, ekstremisme, dan pelegalan kekerasan seperti yang disebut oleh Mendikbud, maka keluarkanlah peraturan bersama menteri pendidikan dan menteri agama; dengan begitu jelas dasar hukumnya untuk bertindak jika didapati fakta ada sekolah atau madrasah yang mengajarkan radikalisme, melegalkan ekstremisme, dan kekerasan. Pernyataan reaktif saja tak akan cukup untuk menyingkirkan doktrin radikal dan ekstrem, Pak Menteri!
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar